Diposkan pada Aksi Lingkungan KMPL, Berita Lingkungan

Cara Unik dan Positif Untuk Rayakan Valentine ala KMPL !

Pengabdian Masyarakat melalui Kegiatan Tanam Pohon untuk Mencegah Tanah Longsong dan Abrasi

Kegiatan tanam pohon merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya oleh BSO KMPL (Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan) BEM FK UNUD. Pada tahun ini, kegiatan tanam pohon deselenggarakan di kawasan Goa Lawah Kecamatan Dawan, Klungkung pada tanggal 15 Februari 2015 pukul 08.00 WITA sampai selesai. Kegiatan ini sengaja dilaksanakan sehari setelah hari kasih sayang yaitu “Valentine” agar kasih sayang masyarakat tidak hanya diberikan kepada sesama manusia melainkan kepada lingkungan hidupnya.

Ketua Panitia beserta Ketua KMPL berpose diantara dosen pembimbing, pihak desa serta perwakilan
Ketua Panitia beserta Ketua KMPL berpose diantara dosen pembimbing, Bapak Camat Dawan serta Kapolsek Dawan dan Dan-Ramil Dawan

Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa Universitas Udayana dan masyarakat Klungkung saja, melainkan Seka Truna Truni, Anak-anak Pramuka se-Kabupaten Klungkung, Siswa SMA/SMK Se-Kabupaten Klungkung serta Perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Bali. Kegiatan ini juga mendatangkan Kapolsek Dawan, Dan-Ramil Dawan, dan Bapak Camat Dawan serta Pembina BSO KMPL yaitu Drh. I Made Subrata.

Sebelum penanaman pohon berlangsung kegiatan diawali dengan pembukaan yang dibuka langsung oleh Dan-Ramil Dawan. Setelah pembukaan kurang lebih 500 peserta tanam pohon yang datang berebutan pohon untuk ditanam. Antosias masyarakat menunjukan betapa pentinya kegiatan ini diselenggarakan. Selain melestarikan lingkungan, kegiatan ini diharapkan dapat mengakrabkan masyarakat dengan sesamanya dan lingkungannya. Akhir kegiatan ditutup dengan penampilan akustik dan pembagian sertifikat kepada peserta.

Diposkan pada Aksi Lingkungan KMPL

PELAKSANAAN WORKSHOP BIOPORI 2015 BSO KMPL

Health is something, but without health everything is nothing”. Ungkapan tersebut menggambarkan bahwa kesehatan itu begitu penting dan setiap masyarakat mempunyai hak untuk sehat. WHO mendefinisikan sehat adalah suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang. Menciptakan masyarakat yang sehat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga harus dibarengi dengan peran serta masyarakat itu sendiri untuk menjaga kesehatannya. Bertolak dari kejadian pada hari jumat lalu tanggal 20 Februari 2015, yakni terjadinya banjir di Kampus Sudirman.

biopori 2

BSO KMPL dengan sigapnya menyusun kegiatan sebagai proker yang akan dijalankan di divisi prodanus yakni mengadakan kegiatan pelatihan berupa workshop kepada para anggota baru BSO KMPL 2014 Fakultas Kedokteran Universiats Udayana agar nantinya mampu mempraktekan di lingkungan sekitar, dapat memanfaatkan lahan losong yang ada yang cocok sebagai lubang resapan air. Kegiatan workshop BIOPORI ini mengambil tema “Penanggulangan Banjir dengan Menyiasati Lingkungan Sekitar” yang dilaksanakan pada tanggal 9 Mei 2015 yang bertempat di RK.3.02 Gedung Barat Fakultas Kedokteran.

mdv b
Suasana saat pemberian materi dari pembicara

Dimana dalam workshop biopori ini acara dibuka secara resmi oleh Pembantu Dekan 3 Dr.dr.I Made Jawi,M.Kes dan diisi oleh 2 pembicara dalam pemaparan materi mengenai biopori yakni oleh Bapak I Gede Herry Purnama, ST.,MT.,MIDEA sedangkan, pemateri kedua oleh Kepala Badan Lingkungan Hidup yakni oleh bapak A.A Bagus Sudharsane. Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan turun langsung ke lapangan untuk mempraktekan langsung cara pembuatan dan pemeliharaan biopori, dimana jumlah lubang yang akan dilakukan pemeliharaan sebanyak 57 lubang dan 3 lubang lagi dibuat biopori baru yang bertempat di halaman depan gedung pasca sarjana. Kemudian setelah semua pemeliharaan dan pembuatan biopori selesai dilanjutkan dengan pembagian konsumsi dan piagam sebagai peserta kepada anggota BSO KMPL atas partisipasinya.

biopori
Praktek pembuatan lubang biopori