HISTORY OF KMPL

 LOGO KMPL

Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan atau yang lebih dikenal dengan KMPL terbentuk pertama kali pada tahun 2004. Pada awalnya KMPL berada dalam gandengan BEM(Badan Eksekutif Mahasiswa)  IKM Unud, namun seiring dengan perkembangan jaman, BEM IKM Unud kini telah berevolusi menjadi Program Studi dibawah naungan Fakultas Kedokteran sehingga KMPL pun berubah menjadi KOMWA (Komunitas Mahasiswa) yang berdiri dibawah naungan Himpunan Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (HMKM) PS IKM sampai dengan tahun 2009.

Perintis terbentuknya KMPL ini ialah mahasiswa Ilmu Kesehatan Masyarakat khususnya yang mengambil spesialisasi dibidang lingkungan. Pada tahun 2009 ini, KMPL memulai debut pertamanya sebagai KOMWA di fakultas kedokteran, yang tentu saja masih belum dapat memberikan kontribusi yang besar karena masih perlu adanya adaptasi dengan lingkungan yang baru. Namun pada akhir tahun 2010, KMPL memperlihatkan gaungnya dengan disahkannya KMPL sebagai BSO PROBASI dalam musyawarah mahasiswa yang diadakan oleh Fakultas Kedokteran Unud.

Ketika musyawarah tersebut, terjadi pro dan kontra tentang keputusan ini. Hal ini dikarenakan masih belum terlihatnya kontribusi dari KMPL (sebagai KOMWA pada saat itu) yang mengakibatkan mosi tidak percaya tentang keberadaan KMPL kedepannya. Sempat terjadi adu argument antara para ketua LMFK, BSO, serta HM dilingkungan FK Unud, termasuk ketua HMKM yang saat itu dijabat oleh Ngakan Bagus Danip Pradipta. Beliau sangat mendukung KMPL bisa menjadi BSO walaupun ia tahu bahwa suaranya tidak cukup kuat untuk dapat mewujudkan hal itu karena organisasi yang lain kurang setuju dengan rekomendasi itu. Dibantu oleh beberapa perwakilan dari HMKM (Agus Lingga, Didit Nugraha, Adi Mulyanto, dkk) serta perwakilan dari masing- masing angkatan IKM, sang ketua HMKM pada saat itu terus berjuang agar KMPL dapat menjadi Badan Semi Otonom (BSO) seperti yang dicita-citakan. Namun setelah pergulatan yang begitu panjang, akhirnya keputusanpun tercipta dimana KMPL resmi menjadi BSO PROBASI di lingkungan Fakultas Kedokteran Unud.

Keputusan tersebut bukanlah akhir dari segalanya. KMPL harus dapat menjadi BSO yang seutuhnya sehingga berbagai kegiatan diselenggarakan untuk menunjukkan bahwa KMPL bisa memberikan kontribusi yang besar bagi fakultas kedokteran Unud khususnya di bidang pelestarian lingkungan. Nah, dengan berbagai kegiatan yang dilakukan sebagai aksi pelestarian lingkungan KMPL telah memberikan cukup kontribusi kepada lingkungan yaitu dengan aksi tanam pohon, pelatihan pengolahan limbah, roadshow go green dan aksi lainnya yang bertujuan untuk menggerakkan masyarakat sekitar menjaga kebersihan lingkungan.

Melihat kontribusi yang telah diberikan oleh BSO PROBASI KMPL, pada bulan Desember 2011, dibawah kepemimpinan Adi Mulyanto (selaku ketua KMPL) dibantu dengan rekan-rekan yang lainnya, barulah KMPL resmi diangkat menjadi BSO (Badan Semi Otonom) di wilayah Fakultas Kedokteran karena dianggap telah mampu menunjukkan diri sebagai organisasi yang memiliki visi dan misi yang baik dan jelas. Dengan keputusan ini, dibawah pimpinan sang ketua umum, seluruh anggota BSO KMPL semakin semangat untuk dapat terus berkontribusi kepada bumi yang telah memberikan banyak karunia bagi umat manusia. Dan hal ini terus menjadi mesin pemacu bagi kepengurusan berikutnya untuk membuktikan bahwa BSO KMPL merupakan organisasi vital yang ada di Fakultas Kedokteran Unud dan selalu konsisten untuk menghijaukan kembali bumi kita. KMPL BISA.

Seiring berjalannya waktu, terdapat banyak perubahan yang dilakukan didalam struktur kepengurusan dari KMPL setiap tahunnya. Hal ini tidak terlepas dari proses pengefektifan dan pengefisienan  yang dilakukan oleh KMPL agar dapat memberikan kontribusi yang  yang jauh lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.  Seperti halnya pada struktur kepengurusan periode 2011, dimana saat itu ketua umum yang dijabat oleh Adi Mulyanto membentuk tujuh divisi untuk dapat melaksanakan program kerja yang telah dirancang, yaitu Divisi Pengabdian Masyarakat, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Divisi Umum, Divisi Kesekretariatan, Divisi Prodanus, Divisi Hubungan Luar, dan Divisi Inventaris. Pada kepengurusan tahun 2012 yaitu di bawah pimpinan Rahmasari Yuna terjadi perubahan divisi dari tujuh menjadi lima buah divisi yaitu Divisi Pengabdian Masyarakat, Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Divisi Prodanus, Divisi Infokom, dan Divisi Inventaris. Kelima divisi ini tetap dipertahankan pada kepengurusan selanjutnya yaitu pada kepengurusan 2012-2014.

Kepengurusan 2012-2014 berlangsung selama satu setengah tahun di bawah pimpinan Gede Padmanabha. Lama kepengurusan ini ditentukan atas pertimbangan berbagai pihak termasuk BEM dan intern KMPL untuk menyesuaikan periode kepengurusan KMPL dengan BSO lainnya. Pada kepengurusan ini, masing-masing divisi masih tetap harus bertanggung jawab dan berkoordinasi kepada para Wakil Ketua yang membawahi mereka.