Diposkan pada Hari Lingkungan

Kepada Yth.  …

Kepada Yth.                                              Denpasar, 28 April 2012

Penanggung Jawab Global FM 96,5

u.p. Penyiar Wanita Global Minggu (29/4)

 

Topik Wanita Global Minggu (29/4): “Gerakan Mahasiswa seharusnya Menawarkan Konsep

 

Tiap ada isu nasional yang menyita perhatian luas, mahasiswa mulai ikut turun ke jalan. Mereka beramai-ramai bergerak di jalan umum. Semula misinya bagus, mereka menyuarakan aspirasi masyarakat. Tetapi, aksi mereka malah tak jarang menimbulkan kemacetan lalu lintas. Demonstrasi memang tak dilarang, tetapi mengapa harus mengganggu kenyamanan warga lain di jalan raya? Mungkinkah itu cara mahasiswa yang berunjuk rasa sekadar memancing perhatian masyarakat? Jika seperti itu, bukankah malah dapat mengurangi simpati masyarakat terhadap gerakan mahasiswa?

Selamat Pagi para pendengar radio global yang luar biasa, perekenalkan …..

Aksi mahasiswa turun ke jalan biasanya memang dilatarbelakangi sebuah masalah yang terjadi di Masyarakat. Mahasiswa yg melakukan aksi turun ke jalan merasa mereka memiliki sebuah kewajiban untuk menyampaikan aspirasi masyarakat sebagai salah satu komponen masyarakat bidang akademik. Biasanya, aksi turun kejalan ni dilakukan untuk menyita perhatian para pemilik kebijakan tidak hanya pemerintah mungkin tapi juga beberapa organisasi dibidangnya untuk memperjuangkan suatu hal. Karena terkadang unjuk rasa dianggap sebagai cara mujarab dan cepat untuk membuat pendapat-pendapat maupun aspirasi masyarakat untuk lebih didengar dan dipertimbangkan.

Lapisan masyarakat ada banyak macamnya. Menanggapi soal demo dan unjuk rasa pasti ada yang pro dan ada kontra. Itu semua dikembalikan lagi kepada masing2 pribadi masyarakat. Yang harus dilakukan sebenarnya ialah memahami dengan benar apa yang sedang terjadi dan memikirkan sebuah solusi untuk  perubahan yang baik tentunya.

 

Mahasiswa tentu memiliki kekuatan moriil luar biasa. Dari gerakan mahasiswa sering lahir pemimpin-pemimpin baru. Namun, tampaknya itu pengalaman masa lalu. Dari kampus era 1960-an dan 1970-an  muncul nama Akbar Tanjung, Cosmas Batubara, Hariman Siregar, dll. Mereka ini dulu dikenal aktivis yang berotak dan bernyali. Jika melakukan aksi turun ke jalan, mereka betul-betul menguasai masalah yang diperjuangkan. Apakah mahasiswa sekarang punya nyali, juga memiliki konsep seperti generasi aktivisnya dulu? Apa yang harus diperbaiki dari gerakan mahasiswa sekarang?

Ya, memang benar apa disebutkan, beberapa aktifis spt Akbar Tanjung, Cosmas Batubara, Hariman Siregar telah banyak melakukan sebuah perubahan melalui aksi turunke jalan pada jamannya.

Jika ditanya soal nyali, seorang aktifis wajib untuk memiliki nyali. Namun soal konsep, saya rasa belum semua memiliki konsep yang matang dan tepat sasaran. Bisa saja, ada konsep, namun yg mengetahui hanya 1-2 org saja, sisanya hanya ikut-ikutan dan sebagai peramai. Itu sering terjadi. Bahkan tidak jarang berakhir anarkis dan merusak beberapa fasilitas umum. Itu semua bagian dari rasa emosional jiwa muda seorang mahasiswa.

Yang harus dibina dan dipikirkan lagi ialah, menanggapi berbagai masalah yang terjadi dimasyarakat. Mahsiswa dapat memiliiki konsep yang matang terhadap masalah-masalah di masyrakat. Konsep terebut dapat berupa beberapa alternative solusi yang dapat ditawarkan kepada pemerintah, yang berwenang untuk membantu penyelesaian masalah dan tentunya menggunakan disiplin ilmu yg mereka dpatkan dbangku kuliah.

 

Selain belajar tekun di kampus, mahasiswa memang harus peduli dengan lingkungan sosial, juga lingkungan alamnya. Apakah gerakan mahasiswa sudah menyuarakan secara kritis ancaman kerusakan alam Bali, banyaknya sampah, ancaman abrasi, mencoloknya alih fungsi lahan pertanian, dll? Sudah, ada bbrp kelompok mhsiswa dan pelajar yg scra aktif mengkritisi sebuah ancaman kerusakan alam khususnya dibali.

Jika itu disuarakan, apakah konsepnya telah digodok secara matang? Hampir.Ke mana konsep itu mereka suarakan? Kepada orang tepat sasaran. Apakah tindak tanduk mahasiswa sekarang juga masih beretika? Masih. Masihkah mereka menghormati orang lain? Sangat masih Mengapa terkadang mereka brutal dalam menyuarakan aspirasi ke muka publik? Bentuk emosional sebagai kaum muda.

 

 

Pemerintah dan elemen publik lain harus peka dengan kondisi mahasiswa sekarang. Apa yang sebaiknya pemerintah lakukan untuk membangun mahsiswa berkarakter? Sebenarnya yg hrus dilakukan pemerintah adalah, pemerintah mampu menjadi contoh dan cerminan komponen masyarakat atas yg baik. Merepa mampu adil dan jujur.

 Seperti apa kontribusi kalangan masyarakat untuk mengawal gerakan mahasiswa agar dirasakan bermanfaat bagi semua kalangan?

Sebuah gerakan yg diawali dari lingkungan terdekat kita. Contoh…..

 

Narasumber: Rahmasari Yuna, Ketua Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan FK Unud

–  telepon: 081931195293

 

Informasikan kepada Pendengar Global, topik Siaran Interaktif Global Minggu (29 April 2012): Ancaman Serius Rusaknya Terumbu Karang (narasumber: Ir. Ketut Sudiarta, M.Si.)                                                                                                            

                                                                                                WIDMINARKO

Gerakan Mahasiswa

di Simpang Jalan

 

UNJUK rasa mahasiswa memprotes dan menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) baru-baru ini diberitakan luas media massa. Unjuk rasa serupa itu juga terjadi di Bali, khususnya di Kampus Unud. Namun, ada kesan yang berbeda. Unjuk rasa di Jakarta atau Makassar, misalnya, terkesan semarak. Demonstrasi mahasiswa di Bali terasa adem-adem saja.

Aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta atau Makassar diberitakan media elektronik maupun media cetak. Masyarakat luas dapat menyaksikan dan membaca aksi unjuk rasa tersebut secara terbuka. Ada macam-macam gambaran yang dapat dicerna masyarakat dari demonstrasi tersebut. Umumnya demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di Jakarta maupun Makassar digambarkan berakhir dengan bentrokan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan.

Demonstrasi mahasiswa di Bali, khususnya  yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unud, sebaliknya. Aksi unjuk rasa dilakukan di dalam lingkungan kampus. Aktivis mahasiswanya menggelar tenda sambil berorasi menolak kenaikan harga BBM. Beberapa dosen ikut menyuarakan aspirasi mereka mendukung protes mahasiswa.

Sayang unjuk rasa yang semula berlangsung damai tersebut sempat dinodai aksi tidak terpuji sekelompok orang. Konon ada beberapa oknum preman yang menyusup. Ketua BEM Unud dihadiahi bogem mentah. Sampai sekarang tidak terungkap jelas motif pelaku penganiayaan tersebut. Identitas pelaku pun tidak diketahui sampai sekarang.

Unjuk rasa sebenarnya merupakan salah satu cara penyampaian perasaan, isi hati, uneg-uneg, maupun gagasan. Ketika unjuk rasa dilakukan di ruang publik, ditujukan untuk menyuarakan kepentingan publik, biasanya ada perasaan, isi hati, uneg-uneg, atau gagasan yang berkaitan dengan kepentingan publik yang ingin disampaikan demonstran kepada pemangku kepentingan umum. Rencana menaikkan harga BBM, misalnya, merupakan kebijakan yang dikeluarkan pejabat publik, khususnya pemerintah dan DPR. Namun, perasaan publik ternyata terganggu ketika pemerintah berencana akan menaikkan harga BBM.

Mahasiswa digolongkan masyarakat yang kritis menangkap perasaan masyarakat. Mereka menyuarakan perasaan, isi hati, uneg-uneg masyarakatnya. Saat pemerintah hendak menaikkan harga BBM, sebagian mereka menolak rencana pemerintah tersebut, karena dipandang dapat membuat masyarakat memikul beban kehidupan sehari-hari lebih berat.

Belakangan ini, suara penolakan mahasiswa terkesan tidak lagi dilakukan melalui proses komunikasi di ruang dialog wakil rakyat maupun pemerintah. Ada rasa tidak percaya, dialog dengan pemerintah maupun DPR cenderung tidak efektif menjawab tuntutan mereka. Mahasiwa lebih memilih menyuarakan aspirasi masyarakat melalui aksi turun ke jalan.

Aksi unjuk rasa mahasiswa di jalanan memang tidak jarang berhasil membuat aspirasi yang diperjuangkan mencapai sasaran. Contoh, aksi mahasiswa melengserkan rezim Orde Baru tahun 1998. Upaya menduduki gedung wakil rakyat di Senayan dalam waktu yang cukup lama berhasil memaksa Suharto mundur dari jabatannya. Demonstrasi besar-besaran zaman itu berakhir dengan bentrokan. Ada mahasiswa yang tewas terkena tembakan, ada pula yang luka-luka.

Aksi demonstrasi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM juga relatif berhasil menekan DPR dan pemerintah. Rencana pemerintah akhirnya terganjal di gedung wakil rakyat. DPR sepakat mendesak pemerintah menunda merealisir rencana tersebut.

Itu tentu bisa ditafsirkan berkat tekanan protes keras yang dilancarkan mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di luar ruang sidang waktu itu. Tetapi, aksi unjuk rasa  di jalan yang benar-benar mencapai sasaran ternyata tidak banyak jumlahnya. Banyak aksi demonstrasi mahasiswa yang justru hanya berakhir dengan bentrokan. Aspirasi yang disuarakan hanya berhenti di tengah kerumunan massa yang berdemonstrasi.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa juga tidak jarang menimbulkan ekses jelek di mata masyarakat. Arus lalu lintas umum terganggu akibat pengunjuk rasa menutup jalan raya atau membakar ban bekas di tengah jalan. Ada lagi demonstrasi mahasiswa yang menyetop kendaraan masyarakat yang hendak melintasi jalan umum. Lagipula ada oknum pengunjuk rasa yang disebut-sebut memanfaatkan kesempatan untuk melakukan penjarahan barang milik masyarakat, termasuk merusak fasilitas umum. Aksi mahasiswa turun ke jalan juga mudah ditunggangi pihak yang mungkin memiliki motif lain di luar idealisme perjuangan mahasiswa. Dari sini terkesan gerakan mahasiswa sedang berada di persimpangan jalan.

Namun, idealnya aspirasi kritis mahasiswa memang harus terus disuarakan. Ini jelas merupakan cermin peran intelektual mahasiswa sebagai komponen masyarakat akademik. Namun, gerakan nyata mahasiswa sebaiknya tidak hanya melulu disuarakan melalui aksi demonstrasi.  Gerakan baru mahasiswa sudah harus dipikirkan ulang agar lebih mengedepankan kesiapan konsep tentang masalah yang akan diperjuangkan. Mahasiswa yang hendak berunjuk rasa seharusnya memahami dan mendalami masalahnya secara mendalam sebelum turun ke jalan. Ini jika aksi turun ke jalan itu dipandang memang tak bisa dihindarkan.

Aksi nyata mahasiswa juga sebaiknya dilakukan dengan cara mengangkat masalah yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Misalnya, masalah kebersihan lingkungan. Mahasiswa dapat menjadi motor penggerak untuk mendorong masyarakat luas memiliki kesadaran dalam melestarikan lingkungan yang bersih dari sampah. Mahasiswa juga sebaiknya memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah dan wakil rakyatnya agar mengawal sungguh-sungguh pembangunan lingkungan sesuai semboyan clean and green.

Aksi penanaman mangrove yang akan dilakukan Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan Fakultas Kedokteran Unud, 5 Mei 2012, di Pulau Serangan, Denpasar Selatan, merupakan salah satu bentuk gerakan mahasiswa yang bertujuan membangun kesadaran pelestarian lingkungan. Aksi penanaman 1000 anakan mangrove tersebut kelak diharapkan dapat mendorong masyarakat, juga kalangan pelaku usaha tidak merusak hutan mangrove di Bali. Hutan mangrove memiliki  banyak manfaat positif dalam mewujdukan misi pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

Yang tak kaah pentingnya pemerintah maupun kalangan wakil rakyat tanggap terhadap aspirasi mahasiswa, menyalurkan, mendiskusikan, dan menindaklanjutinya.

 

  • Rahmasari Yuna

                                 Ketua Umum Komunitas

                                 Mahasiswa Peduli Lingkungan

                                                                   FK Unud

 

Penulis:

Komunitas Mahasiswa Peduli Lingkungan (KMPL) merupakan suatu organisasi Probasi yang dibentuk oleh Fakutas Kedokteran pada Desember 2010. bentuk Probasi itu sendiri merupakan organisasi dalam masa percobaan sebelum nantinya menjadi Badan Semi Otonom tingkat Fakultas. Berawal dari melakasanakan berbagai kegiatan bertajuk lingkungan akhirnya kami berani menyebut diri sebagai komunitas yang sangat peduli akan lingkungan. Berbagai kegiatan yang kami laksanakan sebagian besar kami tujukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan hijau. Kedepannya kami sangat ingin menerapkan beberapa perilaku sadar lingkungan seperti membuang sampah, go green lifestyle dan masih banyak lagi yang tentunya akan sangat banyak dapat memberi manfaat bagi kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s